Model Terbaru Camcorder Produk Canon

Sebutlah merek Canon, dan orang pasti mengingatnya sebagai merek kamera digital & printer. Camcorder? Belum poly yang tahu jika semenjak dua tahun lalu camcorder Canon -- kendati cuma sedikit serinya -- telah hadir pada tanah air.
Tetapi kini   Canon bertekad masuk pada jajaran Top 5 Camcorder di tanah air. Maka pasar pun digelontor dengan 12 contoh camcorder baru. “12 contoh ini buat menampakan keseriusan Canon di bidang camcorder digital sebagai pemain baru,” tegas Merry Harun (Director, Canon Division, PT Datascrip) pada acara peluncuran camcorder Canon di Jakarta beberapa saat kemudian.

Jika ditilik berdasarkan jenis media rekamnya, ke-12 contoh tadi dapat dibagi pada empat kelompok. Yang pertama adalah yg memakai memori flash (internal juga eksternal), yakni FS 10/11/100 dan HF10/HF100.

Tipe kedua memakai media rekam miniDV, hadir dalam rupa MD265/245/225. Sedangkan untuk contoh DVD tampil seri DC 330/320/310, & untuk HDV (high definition video) ada seri HV30.

Ke-12 camcorder ini tiba lengkap menggunakan sebuah slot untuk kartu memori SD/SDHC. Semuanya memamerkan LCD seluas dua,7”.

Kecuali DC310 & MD225, semua camcorder baru tadi, tidak peduli tipe media rekam yg dipakai, telah mengusung resolusi pada atas 1 megapixel. HV30, HF10, dan HF100 bahkan memamerkan resolusi di atas 2 megapixel. “Resolusi tinggi 16:9 pula permanen dipertahankan,” celoteh Monica Aryasetiawan (Senior Marketing Manager, PT Datascrip).

Advanced Zoom 45x

Apa yang membedakan camcorder Canon dengan merek lain yg lebih dulu hadir? Tidak lain merupakan fitur Advanced Zoom 45x, yg berdasarkan Monica, menggunakan dukungan prosesor Canon Digic DV, sanggup mengoptimalkan sensor yg terdapat.

Advanced zoom ini, sinkron namanya, bisa memberikan perbesaran yang jauh lebih panjang dibandingkan zoom optikal pada format rekam widescreen (layar lebar) sinematik 16:9. Di sini, tingkat perbesaran (zoom) image dilakukan menggunakan secara elektronis mengurangi jumlah pixel yg dipakai pada image. Yang terjadi sebenarnya, wilayah image yg tidak terpakai akan dibuang (cropping).

Tetapi karena tidak ada interpolasi yg dilakukan, begitu klaim Canon, kualitas image tidak akan menurun. Selain itu buat membantu kestabilan tangan ketika merekam saat fitur Zoom Advanced diaktifkan, Electronic Image Stabilization (EIS) akan bekerja. Alhasil rekaman video tetap terlihat lebih dekat dan jelas dibandingkan memakai zoom optikal 37x yang diusung camcorder Canon tersebut.

Dalam teknologi zoom, begitu klaim Merry, “Canon camcorder waktu ini berada di barisan paling depan.” Fitur Advanced Zoom 45x ini diusung sang seri FS11/10/100, MD265/245, dan DC330/320. Advanced Zoom pula tersedia pada MD225 dan DC310, tetapi pada rentang zoom yg lebih rendah, yakni 41x. Tentu saja jika nir senang menggunakannya, fitur Advanced Zoom ini dapat dinonaktifkan.

Demi kemudahan, kecepatan varian zoom pun diprogramkan dalam tiga termin: SPEED1, SPEED2, & SPEED3. Jadi tinggal pilih kecepatan zoom mana yang cocok menggunakan adegan yang akan direkam.

Dual Flash Memory
Selain Zoom Advanced 45x, menarik dicatat bahwa Canon jua merilis lima camcorder yg menggunakan media rekam memori flash: HF100, HF10, FS11, FS10, dan FS100. Bukan soal penggunaan memori flash-nya yg menarik, lantaran sebelum Canon, telah terdapat produsen lain yang merilis produk menggunakan memori flash.

Yang baru adalah liputan bahwa Canon mentandemkan penggunaan memori flash dalam bentuk internal & eksternal dalam 3 berdasarkan camcorder barunya, yakni pada FS11, FS10, dan FS100.  Jadi selain yg tertanam (built-in) pada camcorder, jua tersedia slot kartu memori yang bisa menampung kartu SD/SDHC. Kondisi ini oleh Canon disebut sebagai Dual Flash Memory.

“Saat ini baru Canon yg memiliki sistem dual flash memory pada standard definition camcorder sebagai akibatnya kami yakni produk ini mampu diterima di pasar Indonesia,” kata Merry optimis.

Penggunaan memori flash sendiri, celoteh Yase Defirsa Cory (Marketing Executive, PT Datascrip) didasarkan  dalam pertimbangan bahwa selain ukurannya yang kompak – yg menghipnotis berukuran fisik camcorder -- ketika respon (rekam ke) kartu memori jua lebih cepat dibandingkan dalam media lain seperti kaset miniDV atau keping DVD. “Juga hemat daya, fleksibel, & resiko kehilangan datanya lebih mini  ,” urainya.

Daya tahan batere memang bisa lebih panjang, lantaran daya yang diperlukan buat mengoperasikan camcorder berbasis memori flash lebih sedikit dibandingkan bila memakai media simpan jenis lain. Sebab nir terdapat bagian yang wajib  diputar pada sini.

Keleluasaan penggunaan memori yg akan menampung output rekaman video (dan pula foto) ini jelas sangat menyenangkan. Begitu membeli camcorder-camcorder tadi, kita bisa eksklusif memakainya buat merekam adegan yg menarik. Tidak perlu repot membeli atau memasang kartu apa pun (kecuali memang perlu). Apalagi, kapasitas memori flash yang tertanam tergolong besar : (16GB dalam FS 11 dan HF10, dan 8GB dalam FS10).

Click to comment