Yang Ditunggu Akhirnya Datang Juga! AMD Phenom

Lima tahun adalah ketika yg lama  , apalagi buat sebuah produk TI (teknologi kabar) yg siklusnya begitu cepat. Tetapi itulah waktu yang dibutuhkan AMD buat beralih dari mikroarsitektur K8 yg digunakan prosesor AMD Athlon64/Athlon64 X2 ke mikroarsitektur K10 yg digunakan prosesor empat inti AMD, baik versi Opteron (untuk server) maupun Phenom (buat desktop).

Waktu itu terasa semakin usang karena dalam pada saat bersamaan Intel mampu bangkit menurut ketertinggalannya (yg tercermin dari Intel Pentium 4 generasi Prescott yg panas & boros listrik) menjadi pemimpin melalui prosesor generasi Core dua Duo maupun Core dua Quad-nya. Bahkan Intel sudah memasuki fabrikasi 45nm yang memungkinkan mereka memperlebar jeda keunggulannya.

Lantaran itulah, kemunculan Phenom begitu dinantikan. Phenom diharapkan dapat menyaingi kedigjayaan Intel Core dua Quad, sebagai akibatnya tercipta kompetisi ketat misalnya yg terjadi pada 3 - 4 tahun yang kemudian. Kompetisi yg ketat dan seru tidak cuma menciptakan perkembangan prosesor semakin menarik, tetapi pula menguntungkan konsumen lantaran sanggup menerima prosesor indah dengan harga yang semakin terjangkau.

Sejak awal AMD merancang K10 sebagai mikroarsitektur buat prosesor empat inti, dengan masing-masing inti bersifat berdikari. Ini tidak sama dengan Intel yg menciptakan prosesor empat inti menggunakan memasangkan sepasang prosesor dua inti.

Perbedaan utama prosesor terbaru AMD ini dengan seri pendahulunya selain pada arsitektur & proses pembuatannya adalah jumlah transistor yang lebih banyak, dan tersedianya L3 cache yg berfungsi sebagai buffer atau media simpan sementara buat semua core dalam prosesor.

Seperti pada chipset AMD 7 series, dukungan untuk HyperTransport 3.0 1.8GHz jua sudah tersedia pada Phenom. Seperti diketahui, dalam HyperTransport 2.0 tersedia bandwidth sebesar 8GB/s, pada HyperTransport 3.0, bandwidth yg tersedia mencapai 20.8GB/s. Ini sangat berguna untuk mengatasi bottleneck bila prosesor dipadankan pada chipset yang mendukung HyperTransport 3.0, & memakai kartu grafis PCI Express x16 lebih dari satu butir.

Phenom adalah prosesor desktop pertama yang dibangun dengan mikroarsitektur K10. Berbeda menggunakan generasi K8 yg menggunakan nama-nama kota menjadi kode nama untuk prosesor (misalnya Manchester, Newcastle, Venice, Brisbane, dan lain-lain), prosesor generasi K10 menggunakan nama-nama bintang buat kode namanya (stars core). Contohnya adalah Agena, Kuma, atau Sparta. Nah, kode nama tadi jua bisa diketahui atau mengungkapkan faktor krusial menurut oleh prosesor.

Kalau tidak terdapat perubahan, prosesor generasi K10 nantinya akan terdiri menurut prosesor menggunakan empat, tiga, 2, & satu inti. Semua tentu ditargetkan pada segmennya masing-masing. Berhubung banyaknya penamaan buat prosesor, agar lebih memudahkan pengguna, yg krusial diingat adalah seri prosesor tersebut, seri 9 buat quad core, 8 buat triple core, 6 buat dual core, dan 1 buat single core.

Anda mampu memasangkan prosesor Phenom ini dalam motherboard bersocket AM2 dalam umumnya, termasuk motherboard menggunakan chipset yg nisbi lawas ataupun motherboard kelas value sekalipun karena biasanya motherboard tadi masih mampu menampung prosesor menggunakan TDP 95 watt.

Masalah pada TLB Erratum

Saat dirilis, generasi pertama prosesor berbasis K10 berdasarkan AMD ternyata memiliki bug yang dikenal dengan sebutan TLB erratum atau TLB bug. Perseteruan terdapat pada nalar translation lokaside buffer (TLB) & L3 cache yang dipakai dalam prosesor yg mempunyai stepping B2. Hal ini mampu menyebabkan korupsi data, & komputer menjadi hang. Ini khususnya ketika sistem sedang menjalankan virtualisasi & keempat core prosesor sedang pada kondisi load tinggi.

Meskipun untuk pengguna desktop hal ini nisbi akan jarang terjadi, AMD telah menaruh solusinya melalui perbaikan via BIOS motherboard. Dengan memakai BIOS yg telah menyertakan tambalan, bug tersebut bisa teratasi. Tetapi terdapat penurunan kinerja prosesor 10% - 20%.

Pada Februari 2008 AMD mulai menghadirkan prosesor Phenom menggunakan stepping B3 yang telah bebas menurut bug TLB. Silakan pakai prosesor yg dirilis selesainya bulan Februari buat lebih nyaman. Caranya merupakan melihat seri yang tertera pada heatspreader prosesor. Contohnya, pada prosesor yg kami pakai tertera kode 0736EPB.

Kode yang perlu diperhatikan merupakan 0736 yang menandakan prosesor tersebut diproduksi pada tahun 2007 minggu ke 36 atau lebih kurang bulan September. Menggunakan aplikasi seperti CPU-Z versi terbaru bisa dikenali menggunakan baik liputan lebih lanjut mengenai prosesor yg kita gunakan.

Jika nanti Anda bermaksud buat mempunyai prosesor Phenom yang sudah bebas dari bug tersebut, pilih versi yg mempunyai kode 0809xxx ke atas dalam batch code-nya.

AMD atau Intel?

Jika Anda ingin membangun PC berbasis AMD, berikut sedikit rekomendasi berdasarkan kami. Apabila telah memakai prosesor dua inti AMD misalnya Athlon64 X2 6400+, & Anda belum benar-sahih memanfaatkan secara penuh potensi prosesor yang tersedia, tidak perlu beralih ke prosesor empat inti. Jika masih menggunakan prosesor X2 seri 5000+ atau ke bawah, upgrade prosesor ke Phenom mungkin mampu berguna. Namun bila ingin membangun PC berbasis Phenom, ada baiknya menunggu versi Phenom dengan stepping B3.

Tetapi bila ingin membentuk PC berkinerja tinggi, pilihan terbaik permanen prosesor Intel. Jajaran prosesor kelas atasnya seperti Core 2 Extreme Q9700 relatif tidak tergoyahkan sebagai prosesor desktop terbaik ketika ini. Prosesor kelas menengah seperti E6650 atau E6850 juga tetap menjadi pilihan atraktif dibandingkan jajaran prosesor AMD Phenom. Satu catatan penting lain, Intel sudah siap menggelontorkan pasar menggunakan prosesor berbasis 45nm — tipe dua & empat inti — yg dijanjikan akan membuat kinerja lebih tinggi dan lebih ekonomis energi.

Harga dan Varian AMD Phenom pada Indonesia

Setelah dirilis secara resmi pada semua global dalam pertengahan November, AMD telah mulai menjual prosesor Phenom ke pasaran Indonesia sejak bulan Desember 2007. Adapun empat distributor mereka di sini yakni E-Media Devices, Data Benua Persada, Berca Cakra Teknologi, dan Rajawali Cipta Komputindo. Ada tiga varian pertama generasi Phenom yang sudah tersedia, seperti mampu Anda lihat pada tabel pada bawah ini.

Click to comment